Kediri – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menyampaikan empat keputusan pemerintah terkait pangan saat menyalurkan bantuan pangan di Balai Desa Gogorante, Kabupaten Kediri, Kamis (10/9).
Zulkifli mengatakan, keputusan tersebut telah dibahas dalam rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Bulog, Kementerian Pertanian dan pihak terkait lainnya. Hasil rapat kemudian dilaporkan kepada Presiden dan telah mendapat persetujuan untuk segera dilaksanakan.
“Sudah kami laporkan Presiden, Presiden dan seizin Presiden setuju untuk segera dibagikan, dilakukan,” kata Zulkifli.
Pertama, pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras untuk masyarakat desil 1 hingga desil 4 yang tidak mampu membeli kebutuhan pangan. Sebelumnya, bantuan telah diberikan pada Juli, Agustus dan September masing-masing sebanyak 10 kilogram per penerima untuk sekitar 33,2 juta masyarakat.
“Dulu kita bantu Juli, Agustus, September, 10 kilo, 10 kilo, 10 kilo untuk 33,2 juta. Jadi tiga bulan 30 kilo,” ujarnya.
Bantuan pangan tersebut kemudian kembali diberikan untuk periode Oktober, November dan Desember. Pemerintah menyiapkan tambahan 1 juta ton beras yang akan disalurkan kepada 33,2 juta penerima.
Kedua, pemerintah kembali menggelontorkan 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk periode Oktober hingga Desember. Kebijakan ini ditujukan untuk meredam kenaikan harga beras sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Zulkifli menyebut sebelumnya pemerintah telah menyiapkan sekitar 800 ribu ton lebih beras SPHP yang kini telah habis. Dengan tambahan 1 juta ton, pasokan beras yang masuk ke pasar diharapkan semakin besar.
“Jadi satu juta tambah satu juta sudah dua juta. Akan banjir ke pasar, dua juta ton. Yang satu juta nggak bayar, yang satu juta lagi harga subsidi,” jelasnya.
Ketiga, pemerintah menyiapkan 150 ribu ton jagung untuk membantu pelaku UMKM yang bergerak di sektor peternakan ayam pedaging dan ayam petelur. Kebijakan tersebut dilakukan karena produksi jagung menurun akibat musim kemarau sehingga berdampak pada kenaikan harga.
Jagung tersebut akan dilelang dan diberikan kepada pelaku UMKM peternakan untuk membantu menekan biaya produksi.
“Karena kita kemarau, produksi jagung turun, harga naik. Oleh karena itu kita banjiri peternak, petelur, pengemuk ayam yang UMKM,” katanya.
Keempat, pemerintah menyiapkan sekitar 380 ribu ton beras untuk kebutuhan industri tepung. Beras tersebut akan dilelang dengan harga sekitar Rp11 ribu per kilogram.
Menurut Zulkifli, langkah ini dilakukan karena sebagian stok beras pemerintah dinilai sesuai untuk bahan baku tepung. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga harga tepung beras, termasuk bagi pelaku usaha seperti pengusaha kue.
“Agar pengusaha-pengusaha kue tidak mahal tepungnya, tepung berasnya, maka kita minta lelang 380 ribu ton. Harganya Rp11 ribu,” jelasnya.
Zulkifli menegaskan, empat kebijakan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap keluhan masyarakat terkait harga pangan dan daya beli.
“Kebijakan pemerintah merespon cepat keluhan masyarakat. Ada harga beras naik, ada yang sulit, tidak bisa beli beras, dan seterusnya. Kita sebut ini gerak cepat, bantu rakyat,” pungkasnya. kin/mg
